sehubungan dengan menipisnya sumber daya alam
konvensional itu, perlu diadakan usaha-usaha mencari sumber daya alam baru atau
memanfaatkan sumber daya alam renewable atau non konvensional secara maksimal,
sedangkan usaha mengatasi dampak negatifnya adalah erat sekali hubungannya
dengan keseimbangan alam, baik dalam arti pengurangan polusi dan jumlah makhluk
di bumi ini, terutama jumlah manusia, atau dengan kata lain adalah masalah
kependudukan.
A.
Pencarian
sumber daya alam non konvensional
Pencarian sumber daya alam non konvensional yang
hangat pada saat ini ialah pemanfaatan energi matahari energi panas bumi energi
angin dan biogas. Pemilihan sumber energi tersebut tentu saja dengan alasan
yang kuat, Yaitu dapat digunakan dalam skala besar serta agar dapat mengganti
minyak bumi dan batubara. sumber energi yang dipakai itu tidak boleh
menghasilkan polutan telurmu banyak, bahkan bila mungkin tidak menghasilkan
polutan.
1.
Energi
matahari
Sebagaimana kita ketahui bahwa Matahari merupakan
sumber energi yang tidak dapat habis. Kita hidup kita di dunia ini hampir
sepenuhnya berkat energi matahari karena apa yang kita makan sebenarnya
Energinya berasal dari matahari yang tersimpan dalam tumbuhan maupun hewan.
Namun, manusia membutuhkan Energi tidak hanya untuk proses dalam tubuhnya,
melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain, misalnya energi untuk
transportasi dan industri yang memproduksi sandang, pangan, dan barang-barang lainnya.
2.
Energi
panas bumi
Energi geothermal atau energi panas bumi adalah
energi yang berasal dari inti bumi. Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas
berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair yang memiliki suhu tinggi.
dengan menggunakan ilmu alamiah energi geothermal dapat digunakan untuk
kesejahteraan manusia.
3.
Energi
angin
Udara yang bergerak disebut angin dan dapat
terjadi karena perbedaan tekanan di suatu tempat dengan tempat lain. Perbedaan
tekanan timbul disebabkan adanya perbedaan suhu. Perbedaan suhu terjadi karena
perbedaan daya serap panas dari permukaan bumi, yaitu daratan dan laut. Selama
terjadi perbedaan suhu di permukaan bumi, maka akan terjadi angin. Pemanfaatan
angin merupakan salah satu cara menghemat energi yang berasal dari minyak bumi.
4.
Energi
pasang surut
Energi pasang surut adalah energi yang bersumber
dari tenaga yang ditibulkan oleh daya Tarik antara bumi dengan bulan. Karena
adanya gaya tarik menarik tersebut, maka terdapat Bagian bumi yang berhadapan
dengan bulan akan tertarik, sedangkan bagian lain tidak. Yang tertarik itu
mengakibatkan air laut menjadi pasang. karena bumi mengandalkan rotasi selama
24 jam sekali putar, maka waktu pasang itu datang juga 24 jam sekali.
Memanfaatkan pasang surut ini untuk memperoleh
energi dapat dijelaskan sebagai berikut. Daerah pasang surut, lagu daerah
pantai, dipasang semacam Bendungan air. Air laut yang pasang akan masuk ke
dalam Bendungan itu melalui pintu pintu air dan dapat diatur pembukaannya.
Demikian pula pada saat air surut, air dari bendungan itu mengalir kembali ke
laut melalui pintu pintu itu lagi. pada pintu pintu air di pasang turbin air
untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Jadi, energi pasang surut
tidak ada batasnya selama bulan masih berfungsi sebagai satelit yang
mengelilingi bumi.
5.
Energi
biogas
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari Sisa Sisa
makhluk yang diuraikan oleh mikroba melalui proses penguraian. Sebagai bahan
dasar proses penguraian adalah sisa-sisa makhluk berupa sampah pertanian yaitu
batang pohon jagung jerami sisa ampas kelapa atau tumbuhan lain. Sebagai bahan
yang mengandung mikroba penguraian digunakan kotoran sapi. Kemudian, kedua
bahan itu diberi air lalu diaduk. Agar proses penguraian berjalan cepat, maka
sampah organik yg dapat di potong-potong. Proses penguraian berjalan di mal
pada suhu 35 derajat sampai 37 derajat celcius adegan itu tidak boleh bersifat
asam, juga tidak boleh bersifat bahasa, tetapi harus bersifat Netral. Proses
pembuatan biogas harus dilakukan ditempat yang tertutup rapat sehingga tidak
kemasukan udara karena mikroba pengurai sangat peka terhadap oksigen. Kecuali
itu, bila terbuka akan terkena cahaya matahari yang menyebabkan mikroba
pengurai akan mati sehingga proses penguraian tidak berjalan. Adukan itu
ditempatkan dalam suatu bencana atau bak beton yang diletakkan dalam tanah. Gas
yang timbul dari hasil penguraian yaitu sebagian besar adalah gas methan (CH4)
yang sangat mudah terbakar, dan gas lain yaitu karbondioksida (CO2) yang
kira-kira seperempat bagian. Gas yang terjadi dalam jumlah yang sangat kecil,
antara lain karbon monoksida (CO) yang mudah terbakar dan bersifat racun,
nitrogen yang sama sekali tidak berbahaya, tetapi tidak berguna karena tidak
dapat dibakar dengan udara, dan gas hidrogen sulfida (H2S) yang juga dapat
dibakar dan berbau busuk.
Gas itu dapat dinaikkan mutunya dan dihilangkan
baunya dengan jalan dicuci, yaitu dengan jalan mengalirkan melalui air yang
dibubuhi sedikit kapur. Dengan penyucian itu, bau gas yang tidak enak menjadi
hilang dan gas CO2 yang tidak berguna untuk bahan bakar diserap oleh air kapur
sehingga biogas yang diperoleh dapat dibakar dengan hasil panas yang tinggi.
Biogas yang terjadi itu dapat ditampung dalam tangki penampungan gas dan dapat
dialirkan ke rumah untuk memasak atau keperluan lain. pengembangan biogas ini
masih dalam tahap penelitian.
6.
Energi biomassa
Biomassa adalah segala jasad makhluk hidup yang
digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar, yaitu berupa sampah sampah
organik sebagai sisa sisa produksi pertanian. Biomassa yang berupa sampah atau
sisa-sisa yang tidak berharga dapat digunakan sebagai sumber energi karena ia
masih menyimpan energi matahari. Biomassa yang dapat dipakai sebagai bahan
bakar tidak selalu berupa sampah, terkadang berupa tanaman yang cepat tumbuh
seperti Angsana, Akasia, dan sebagainya dapat digunakan sebagai bahan bakar
secara ekonomis atau sebagai sumber energi yang murah.
Pengambilan energi dari biomassa prinsipnya adalah
membakar biomassa itu dalam tungku pembakar. Panas yang timbul digunakan untuk
mendidihkan air, dan dari air mendidih itu timbul uap yang dapat digunakan
untuk menggerakkan turbin uap. Selanjutnya turbin uap ini dapat menggerakan
generator listrik. Energi listrik dapat didistribusikan untuk berbagai macam
keperluan.
B.
Usaha
manusia untuk melestarikan eksistensinya
Usaha manusia untuk mencari energi pengganti
minyak bumi seperti yang baru diuraikan diatas hanyalah merupakan salah satu
alternatif bagi manusia untuk dapat mempertahankan eksistensinya di muka bumi.
Kita mengetahui bahwa minyak bumi merupakan sumber daya yang sangat penting
bagi kehidupan sehari-hari. Namun, kita mengetahui juga bahwa sumber daya alam
itu tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya pun terbatas, sehingga manusia perlu
berusaha mencari sumber energi lain bila ingin tetap mempertahankan
eksistensinya di masa yang akan datang.
Sumber
Jasin, M. (2009). Ilmu Alamiah Dasar.
Jakarta: Rajawali Pers.
No comments:
Post a Comment