Sunday, June 4, 2017

Ilmu alamiah dan teknologi masa depan sehubungan dengan kelangsungan hidup manusia

sehubungan dengan menipisnya sumber daya alam konvensional itu, perlu diadakan usaha-usaha mencari sumber daya alam baru atau memanfaatkan sumber daya alam renewable atau non konvensional secara maksimal, sedangkan usaha mengatasi dampak negatifnya adalah erat sekali hubungannya dengan keseimbangan alam, baik dalam arti pengurangan polusi dan jumlah makhluk di bumi ini, terutama jumlah manusia, atau dengan kata lain adalah masalah kependudukan.

A.      Pencarian sumber daya alam non konvensional

Pencarian sumber daya alam non konvensional yang hangat pada saat ini ialah pemanfaatan energi matahari energi panas bumi energi angin dan biogas. Pemilihan sumber energi tersebut tentu saja dengan alasan yang kuat, Yaitu dapat digunakan dalam skala besar serta agar dapat mengganti minyak bumi dan batubara. sumber energi yang dipakai itu tidak boleh menghasilkan polutan telurmu banyak, bahkan bila mungkin tidak menghasilkan polutan.

1.       Energi matahari

Sebagaimana kita ketahui bahwa Matahari merupakan sumber energi yang tidak dapat habis. Kita hidup kita di dunia ini hampir sepenuhnya berkat energi matahari karena apa yang kita makan sebenarnya Energinya berasal dari matahari yang tersimpan dalam tumbuhan maupun hewan. Namun, manusia membutuhkan Energi tidak hanya untuk proses dalam tubuhnya, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain, misalnya energi untuk transportasi dan industri yang memproduksi sandang, pangan, dan barang-barang lainnya.

2.       Energi panas bumi

Energi geothermal atau energi panas bumi adalah energi yang berasal dari inti bumi. Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair yang memiliki suhu tinggi. dengan menggunakan ilmu alamiah energi geothermal dapat digunakan untuk kesejahteraan manusia.

3.       Energi angin

Udara yang bergerak disebut angin dan dapat terjadi karena perbedaan tekanan di suatu tempat dengan tempat lain. Perbedaan tekanan timbul disebabkan adanya perbedaan suhu. Perbedaan suhu terjadi karena perbedaan daya serap panas dari permukaan bumi, yaitu daratan dan laut. Selama terjadi perbedaan suhu di permukaan bumi, maka akan terjadi angin. Pemanfaatan angin merupakan salah satu cara menghemat energi yang berasal dari minyak bumi.

4.       Energi pasang surut

Energi pasang surut adalah energi yang bersumber dari tenaga yang ditibulkan oleh daya Tarik antara bumi dengan bulan. Karena adanya gaya tarik menarik tersebut, maka terdapat Bagian bumi yang berhadapan dengan bulan akan tertarik, sedangkan bagian lain tidak. Yang tertarik itu mengakibatkan air laut menjadi pasang. karena bumi mengandalkan rotasi selama 24 jam sekali putar, maka waktu pasang itu datang juga 24 jam sekali.
Memanfaatkan pasang surut ini untuk memperoleh energi dapat dijelaskan sebagai berikut. Daerah pasang surut, lagu daerah pantai, dipasang semacam Bendungan air. Air laut yang pasang akan masuk ke dalam Bendungan itu melalui pintu pintu air dan dapat diatur pembukaannya. Demikian pula pada saat air surut, air dari bendungan itu mengalir kembali ke laut melalui pintu pintu itu lagi. pada pintu pintu air di pasang turbin air untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Jadi, energi pasang surut tidak ada batasnya selama bulan masih berfungsi sebagai satelit yang mengelilingi bumi.

5.       Energi biogas

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari Sisa Sisa makhluk yang diuraikan oleh mikroba melalui proses penguraian. Sebagai bahan dasar proses penguraian adalah sisa-sisa makhluk berupa sampah pertanian yaitu batang pohon jagung jerami sisa ampas kelapa atau tumbuhan lain. Sebagai bahan yang mengandung mikroba penguraian digunakan kotoran sapi. Kemudian, kedua bahan itu diberi air lalu diaduk. Agar proses penguraian berjalan cepat, maka sampah organik yg dapat di potong-potong. Proses penguraian berjalan di mal pada suhu 35 derajat sampai 37 derajat celcius adegan itu tidak boleh bersifat asam, juga tidak boleh bersifat bahasa, tetapi harus bersifat Netral. Proses pembuatan biogas harus dilakukan ditempat yang tertutup rapat sehingga tidak kemasukan udara karena mikroba pengurai sangat peka terhadap oksigen. Kecuali itu, bila terbuka akan terkena cahaya matahari yang menyebabkan mikroba pengurai akan mati sehingga proses penguraian tidak berjalan. Adukan itu ditempatkan dalam suatu bencana atau bak beton yang diletakkan dalam tanah. Gas yang timbul dari hasil penguraian yaitu sebagian besar adalah gas methan (CH4) yang sangat mudah terbakar, dan gas lain yaitu karbondioksida (CO2) yang kira-kira seperempat bagian. Gas yang terjadi dalam jumlah yang sangat kecil, antara lain karbon monoksida (CO) yang mudah terbakar dan bersifat racun, nitrogen yang sama sekali tidak berbahaya, tetapi tidak berguna karena tidak dapat dibakar dengan udara, dan gas hidrogen sulfida (H2S) yang juga dapat dibakar dan berbau busuk.
Gas itu dapat dinaikkan mutunya dan dihilangkan baunya dengan jalan dicuci, yaitu dengan jalan mengalirkan melalui air yang dibubuhi sedikit kapur. Dengan penyucian itu, bau gas yang tidak enak menjadi hilang dan gas CO2 yang tidak berguna untuk bahan bakar diserap oleh air kapur sehingga biogas yang diperoleh dapat dibakar dengan hasil panas yang tinggi. Biogas yang terjadi itu dapat ditampung dalam tangki penampungan gas dan dapat dialirkan ke rumah untuk memasak atau keperluan lain. pengembangan biogas ini masih dalam tahap penelitian.

6.        Energi biomassa

Biomassa adalah segala jasad makhluk hidup yang digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar, yaitu berupa sampah sampah organik sebagai sisa sisa produksi pertanian. Biomassa yang berupa sampah atau sisa-sisa yang tidak berharga dapat digunakan sebagai sumber energi karena ia masih menyimpan energi matahari. Biomassa yang dapat dipakai sebagai bahan bakar tidak selalu berupa sampah, terkadang berupa tanaman yang cepat tumbuh seperti Angsana, Akasia, dan sebagainya dapat digunakan sebagai bahan bakar secara ekonomis atau sebagai sumber energi yang murah.
Pengambilan energi dari biomassa prinsipnya adalah membakar biomassa itu dalam tungku pembakar. Panas yang timbul digunakan untuk mendidihkan air, dan dari air mendidih itu timbul uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin uap. Selanjutnya turbin uap ini dapat menggerakan generator listrik. Energi listrik dapat didistribusikan untuk berbagai macam keperluan.


B.      Usaha manusia untuk melestarikan eksistensinya

Usaha manusia untuk mencari energi pengganti minyak bumi seperti yang baru diuraikan diatas hanyalah merupakan salah satu alternatif bagi manusia untuk dapat mempertahankan eksistensinya di muka bumi. Kita mengetahui bahwa minyak bumi merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Namun, kita mengetahui juga bahwa sumber daya alam itu tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya pun terbatas, sehingga manusia perlu berusaha mencari sumber energi lain bila ingin tetap mempertahankan eksistensinya di masa yang akan datang.

Sumber

Jasin, M. (2009). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.


 

No comments:

Post a Comment

ISU LINGKUNGAN

BAB  I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini berlangsung sangat cepat. Banyak kom...