BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi sekarang ini berlangsung sangat cepat. Banyak komponen kehidupan
manusia yang tidak dapat terlepas dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti
sandang, pangan, dan papan. Manusia sekarang ini hampir tidak dapat hidup tanpa
teknologi. Teknologi dapat dengan mudah dijumpai di belahan bumi manapun dan
usia berapapun, dapat dipastikan teknologi sudah menjadi kebutuhan pokok
manusia pada zaman sekarang ini. Namun, ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia
untuk menciptakan teknologi canggih tersebut, sebagian besar diambil dari alam.
Pemanfaatan teknologi dari alam oleh
manusia yang berlebihan dapat merusak keseimbangan ekosistem dan mengakibatkan
kerugian bagi manusia dan alam. Manusia mengekspoitasi alam sebanyak-banyaknya
tetapi tidak memperbaikinya. Hal tersebutlah yang menyebabkan berbagai masalah
muncul. Masalah yang muncul dari kerusakan alam antara lain pemanasan global,
keracunan zat adiktif, banjir, kerusakan hutan, sampah, dan banjir lumpur
lapindo di Indonesia. Oleh karena itu, kami akan mengkaji masalah tersebut
dalam makalah yang berjudul “Memahami
dan Memiliki Wawasan tentang Isu Lingkungan”.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Arti lingkungan hidup
2.
Mutu lingkungan hidup
3.
Unsur-unsur lingkungan
4.
Manfaat dan resiko lingkungan
5.
Berbagai masalah lingkungan
6.
Progam Analisis Menganai Dampak
Lingkungan
7.
Konsep-Konsep Untuk Memahami
Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
8.
Contoh, penyebab, dan dampak
lingkungan global
9.
Klasifikasi pencemaran lingkungan
10.
Menyikapi Pencemaran Lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Arti lingkungan hidup
Manusia hidup dibumi tidak sendirian, melainkan
bersama mahkluk hidup lain, yaitu tumbuhan, hewan, dan jasad renik. Mahluk
hidup yang lain itu bukanlah sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara
netral atau pasif terhadap manusia, melainkan hidup manusia itu terkait erat
pada mereka. Tanpa mereka manusia tidaklah dapat hidup. Kenyataan ini dapat
mudah kita lihat dengan mengandaikan dibumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan.
Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak
ada manusia, tumbuhan, hewan dan jasad renik akan dapat melangsungkan
kehidupannya, seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Karena
itu anggapan bahwa manusia adalah mahluk yang paling berkuasa sebenarnya tidak
betul. Seyogyanya kita menyadari bahwa kita lah yang membutuhkan mahluk hidup
yang lain untuk kelangsungan hidup kita dan bukannya mereka yang membutuhkan
kita untuk kelangsungan hidup mereka.
Manusia hidup dari unsur-unsur lingkungan
hidupnya: udara untuk pernafasannya, air untuk minum, keperluan rumah tangga
dan kebutuhan lain, tumbuhan dan hewan untuk makanan, tenaga dan kesenangan
serta lahan untuk tempat tinggal dan produksi untuk pertanian. Oksigen yang
kita hirup dari udara dalam pernafasan kita, sebagian besar berasal dari
tumbuhan dalam proses fotosintesis dan sebaliknya gas karbondioksida yang kita
hasilkan dalam pernafasan digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis.
Jelaslah manusia adalah bagian intergeral lingkungan hidupnya. Ia tak dapat
terpisahkan dari padanya. Manusia tanpa lingkungan hidupnya adalah suatu
abstraksi belaka.
2.2 Mutu Lingkungan Hidup
Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah
penting, karena merupakan dasar dan pedomanuntuk mencapai tujuan pengelolaan
lingkungan. Berbicara mengenai lingkungan pada dasarnyaberbicara mengenai mutu
lingkungan. Namun dalam hal itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan
tidaklah jelas, karena tidak diuraikan secara eksplisit. Mutu lingkungan
hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan, misalnya pencemaran, erosi dan
banjir. Dengan kata lain mutu lingkungan diuraikan secara negatif, yaitu apa
yang tidak kita kehendaki, seperti air tercemar. Agar kita dapat mengelola
lingkungan dengan baik, kita tidak saja mengetahui apayang tidak kita
kehendaki, melainkan apa yang kita kehendaki. Dengan demikian kita dapat
mengetahui ke arah mana lingkungan itu ingin kita kembangkan untuk mendapatkan
mutu yangkita kehendaki.Tidak mudah untuk menentukan apa yang dimaksud dengan
mutu lingkungan, oleh karena persepsi orang terhadap mutu lingkungan berbeda –
beda. Dengan singkat dapatlah dikatakan mutu lingkungan yang baik membuat orang
kerasan hidup dalam lingkungan tersebut. Perasaan itu dikarenakan orang
mendapatkan rezeki yang cukup, iklim dan faktor alamiah lain yang sesuaidan
masyarakat cocok. Misalnya, seorang karena pekerjaannya harus pindah ke tempat
lain, setelah pensiun ia ingin kembali ke tempat semula. Kerasan bukanlah satu
atau dua faktor yang terpenuhi dalam satu lingkungan, melainkan adanya
integrasi faktor-faktor optimum. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan untuk
mendapatkan perasaan kerasan, bukanlah suatu maksimalisasi satu atau dua
faktor, misalnya maksimisasi rezeki, namun suatu optimisasi banyak faktor yang
saling berkaitan secara integrasi. Yang penting bukanlah masing – masing faktor
secara sendiri, melainkan totalitas kondisi. Totalitas kondisi itu adalah lebih
dari jumlah masing– masing faktor.
Oleh karena itu pengelolaan sumber lingkungan
bersifat holistik, yaitu memandang keseluruhannya sebagai suatu kesatuan.
Resiko lingkungan yang tidak sehat, penularan Penyakit Melalui Air adalah
mutlak bagi kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak di perhatikan, maka air
dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat – zat kimia
yang berbahaya untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber
alam maupun sumber kehidupan manusia.
Banyak penyakit menular yang bersumber pada
air. Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering
di dapat setelah berenang di kolam yang kurang terpelihara. Air selain dapat
menularkan penyakit secara langsung, dapat juga menjadi tempat perindukan
berbagai macam penyakit. Berbagai serangga memerlukan air untuk berkembang biak
sepertinyamuk yang dapat menularkan berbagai macam penyakit.Tumbuhan air juga
dapat menjadi habitat dari faktor penyakit. Keong air yang dapat memerlikan schistosomiasis
dari tumbuh – tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup di
sekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit manusia, seperti penyakit
leptopirosis.
2.3 Unsur-unsur lingkungan
·
Unsu Fisik (Abiotik).
Fungsi unsur fisik dalam lingkungan hidup, yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Apabila unsur fisik tersebut tidak ada, semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini dapat terhenti.
·
Unsur Hayati (Biotik).
Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi. Unsur hayati ini yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Tumbuhan memperoleh unsur hara dari jasad renik, tumbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan manusia mati lalu diuraikan oleh jasad renik menjadi unsur hara.
·
Unsur-Budaya
Unsur budaya adalah system nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial.
Unsur budaya adalah system nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial.
2.4 Manfaat
Dan Resiko Lingkungan
Faktor lingkungan sebgian membantu dan
sebagian lagi merintangi kita untuk mendapatkan kebutuhan dasar kita faktor
yang membantu untuk mendapatkan kebutuhan dasar itu merupakan manfaat
lingkungan dan yang merintangi merupakan resiko lingkungan manfaat dan resiko
lingkungan itu berupa faktor hayati dan fisik kimia serta dapat bersifat
alamiah atau buatan manusia. Manfaat atau resiko lingkungan dapat tersebar
secara aktiv dengan kekuatannya sendiri misanya dengan terbang atau kekuatan
fisiknya dan juga terbawa secara fasif oleh kekuatan tertentu misalnya arus
udara atau air.
Penyebaran manfaat dan resiko lingkungan
tidak saja terjadi secara alamiah, melainkan juga dapat melalui faktor
teknologi dan sosial budaya lain, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Manfaat dan resiko lingkungan sifatnya tidaklah pasti, melainkan merupakan
suatu kementakan. Kementakan itu dapat besar atau kecil.
Antara manfaat dan resiko lingkungan
terdapat hubungan yang erat. Suatu faktor dapat merupakan manfaat dan resiko
sekaligus. Misalnya, hujan merupakan sumber air yang utama. Dengan adanya
hujan, danau dan sungai jadi berair dan lapisan tanah penyimpanan air terisi
oleh air. Tetapi hujan juga merupakan kekuatan yang menyebabkan erosi tanah dan
dapat mengakibatkan banjir.
Uraian diatas menunjukkan betapa peliknya
pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan manfaat lingkungan yang
sebesar-besarnya dan resiko lingkungan yang sekecil-kecilnya.
2.5 Berbagai Masalah lingkungan
Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan
Lingkuangan Hidup dan Berkelanjutan. Untuk menanggulangi masalah kerusakan yang
terjadi pada lingkungan perlu diadakan konservasi. Konservasi dapat diartikan
sebagai upaya untuk memelihara lingkungan mulai dari lingkungan keluarga,
masyarakat sampai bangsa. Pengelolaan sumber daya alam merupakan usaha secara
sadar dengan cara menggali sumber daya alam, tetapi tidak merusak sumber daya
alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus memperhatikan pemeliharaan dan
perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut. Adanya peningkatan
perkembangan kemajuan di bidang produksi tidak perlu mengorbankan lingkungan
yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat
diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:
1.
Menerapkan penggunaan teknologi
yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya alam baik yang dapat maupun
yang tidak dapat diperbaharui dengan memperhatikan daya dukung dan daya
tampungnya.
2.
Untuk menghindari terjadinya
pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber daya alam maka diperlukan penegakan
hokum secara adil dan konsisten.
3.
Memberikan kewenangan dan tanggung
jawab secara bertahap terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
4.
Pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat
dan kekuatan ekonomi.
5.
Untuk mengetahui keberhasilan dari
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan penggunaan indicator harus
diterapkan secara efektif.
6.
Penetapan konservasi yang baru
dengan memelihara keragaman konservasi Yang sudah ada sebelumnya.
7.
Mengikutsertakan masyarakat dalam
rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.
Apabila lingkungan tercemar maka akan berdampak
buruk bagi kelanjutan dari keberadaan sumber daya alam yang akhirnya dapat
menurunkan kehidupan masyarakat. Dalam pengelolaan sumber daya alam perlu
diperhatikan keserasiannya dengan lingkungan. Keserasian lingkungan merupakan
proses pembentukan lingkungan yang sifatnya relatif sama dengan pembentukan
lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam agar berkelanjutan perlu diadakannya
pelestarian terhadap lingkungan tanpa menghambat kemajuan.
2.6 Progam Analisis Menganai Dampak Lingkungan
Aspek kelayakan usaha yang berkaitan dengan aspek AMDAL perlu di
analisis. Karena aspek usaha erat kaitannya dengan lingkungan. Disesuaikan
dengan tujuan ini, analisis kelayakan usaha yang berkaitan dengan
lingkungan hidup yang akan dijelaskan, mengacu pada analisis AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan).
·
Mengapa AMDAL
Analisis Dampak Lingkungan sudah
dikembangkan oleh beberapa negara maju sejak tahun 1970 dengan nama
Environmental Impact Analysis atau Environmental Impact Assesment yang keduanya
disingkat EIA.
AMDAL diperlukan untuk melakukan suatu
studi kelayakan dengan dua alasan pokok, yaitu:
1)
Karena undang-undang dan peraturan
pemerintah menghendaki demikian. Jawaban ini cukup efektif untuk memaksa para
pemilik proyek yang kurang memperhatikan kualitas lingkungan dan hanya
memikirkan keuntungan proyeknya sebesar mungkin tanpa menghilangkan dampak
samping yang timbul.
2)
AMDAL harus dilakukan agar
kualitas lingkungan tidak rusak dengan beroperasinya proyek-proyek produksi.
Manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan
melakukan aktivitas yang makin lama makin mengubah lingkuangannya. Pada awalnya
perubahan lingkungan itu belum menjadi masalah, tapi seteleh perubahan itu
menjadi di luar ambang batas,maka manusia tidak dapat mentolerir lagi
perubaahan yang merugikan itu. Pemrakarsa proyek harus membuat AMDALdengan
konsekuensi ia harus mengeluarkan biaya. Tanggung jawab penyelenggara AMDAL ini
bukan berarti harus diemban pemrakarsa proyek itu sendiri.
Ia dapat menyerahkan penyelenggaraan ini
kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar saran dari pemerintah. Namun,
pemrakarsa proyek tetap sebagai pihak yang bertanggung jawab, bukan pihak
konsultan swasta pembuat AMDAL tersebut.
·
Fungsi AMDAL
AMDAL berfungsi sebagai penetapan
pengambilan keputusan seperti yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 PP 27 Tahun
1999, (AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau
kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan). Pengambilan
keputusan adalah proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode
yang efisien sesuai dengan situasi.
Fungsi dari amdal
antara lain, sebagai berikut :
1)
Fungsi amdal yang pertama sebagai
bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah.
2)
Fungsi amdal yang kedua untuk
membantu dalam proses pengambilan keputusan atas kelayakan sebuah lingkungan
hidup dari rencana usaha atau kegiatan tertentu.
3)
Fungsi amdal ketiga ialah membantu
memberikan masukan dalam rangka menyusun sebuah rancangan yang terperinci dari
suatu rencana usaha atau kegiatan.
4)
Fungsi amdal yang keempat adalah
membantu memberikan masukan dalam suatu proses penyusunan rencana pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup.
5)
Fungsi amdal yang kelima yaitu
Membantu memberikan informasi terhadap masyarakat tentang dampak-dampak
yang mungkin ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
6)
Fungsi amdal yang selanjutnya
adalah sebagai rekomendasi utama untuk sebuah izin usaha.
7)
Fungsi amdal berikutnya ialah Scientific
Document dan Legal Document.
8)
Fungsi amdal yang terakhir adalah
Izin Kelayakan Lingkungan.
·
Tujuan AMDAL
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah Untuk
menjamin agar suatu usaha dan/atau kegiatan pembangunan dapat beroperasi secara
berkelanjutan tanpa merusak dan mengorbankan lingkungan atau dengan kata lain
usaha atau kegiatan tersebut layak dari aspek lingkungan hidup. Pada hakikatnya
diharapkan dengan melalui kajian AMDAL, kelayakan lingkungan sebuah rencana
usaha atau kegiatan pembangunan diharapkan mampu secara optimal meminimalkan
kemungkinan dampak lingkungan hidup yang negatif, serta dapat memanfaatkan dan
mengelola sumber daya alam secara efisien.
·
Maksud dan manfaat AMDAL
Maksud Dan Kegunaan AMDAL Maksud
pekerjaan penyusunan AMDAL adalah sebagai berikut:
1.
Mengidentifikasi kegiatan proyek
pada beberapa tahap antara lain: Pra konstruksi, Konstruksi, Operasi dan pasca
operasi, terutama pada aspek yang diperkirakan akan menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan;
2.
mengidentifikasi rona awal terkait
dengan area kegiatan proyek baik di tapak proyek maupun disekitar lokasi
proyek;
3.
memperkirakan dan mengevaluasi
dampak penting dan timbal balik antara lingkungan dengan kegiatan proyek,
4.
menyusun Rencana Pengelolaan
Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk melaksanakan
pengelolaan lingkungan.
1. Manfaat Amdal
untuk Pemerintah
– Amdal dapat
membantu proses perencanaan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan yang
terjadi pada lingkungan.
– Amdal dapat
membantu mencegah konflik yang terjadi dengan masyarakat terhadap dampak
kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan atau usaha.
– Amdal dapat
menjaga agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan yang
berkelanjutan.
– Amdal membantu mewujudkan
pemerintahan yang bertanggung jawab dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.
2. Manfaat Amdal
untuk Pemrakarsa atau Pelaksana usaha
– Amdal dapat
membantu membuat usaha dan kegiatan menjadi lebih terjamin dan aman.
– Amdal dapat
dijadikan sebagai referensi untuk pengajuan kredit atau hutang usaha di bank.
– Amdal dapat
dijadikan sebagai sarana dalam membantu interaksi dengan masyarakat sekitar
sebagai bukti dari ketaatan terhadap hukum.
3. Manfaat Amdal
bagi Masyarakat
– Amdal dapat
menjelaskan kepada masyarakat mengenai dampak yang terjadi kedepannya setelah
usaha atau kegiatan tersebut dijalankan.
– Dengan amdal,
masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan suatu kegiatan dan
mengontrol kegiatan tersebut.
– Dengan amdal,
masyarakat dapat ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang akan
berpengaruh pada lingkungan tempat tinggalnya.
Hasil
Studi AMDAL akan digunakan antara lain untuk :
1.
membantu proses pengambilan
keputusan tentang kelayakan rencana proyek;
2.
memberi masukkan untuk penyusunan
desain rinci proyek berkaitan dengan peralatan pengelolaan dan pelindungan
lingkungan;
3.
menjadi arahan bagi pemrakarsa
dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan;
4.
memberi informasi kepada
masyarakat dan pihak yang terkait mengenai rencana kegiatan.
Ruang lingkup studi AMDAL yang harus
dilaksanakan meliputi: pekerjaan persiapan; pengumpulan data; deskripsi
kegiatan; informasi rencana kegiatan kepada masyarakat; pengumpulan data
sekunder; kajian kualitas udara dan tingkat kebisingan; kajian kualitas air;
kajian biologi (flora dan fauna); kajian sosial-ekonomi & budaya, kajian
kesehatan masyarakat; penyusunan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA
ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL),
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), dan Ringkasan Eksekutif AMDAL yang telah
disetujui instansi berwenang.
2.7 Konsep Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan
lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan
lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan
lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan
lingkungan hidupnya di sebut ekologi.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan
semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia
dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dari definisi diatas tersirat bahwa makhluk hidup khususnya merupakan
pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya, baik dalam hal respirasi,
pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan lain-lain. Dan manusia sebagai makhluk
yang paling unggul di dalam ekosistemnya, memiliki daya dalam mengkreasi dan
mengkonsumsi berbagai sumber-sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya.
Di alam terdapat berbagai sumber daya alam yang merupakan komponen
lingkungan yang sifatnya berbeda-beda, dimana dapat digolongkan atas :
- Sumber
daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources)
-
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable natural
resources).
Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku yang
beragam tersebut saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda pula.
Sesuai dengan kepentingannya maka sumber daya alam dapat dibagi atas; (a).
fisiokimia seperti air, udara, tanah, dan sebagainya, (b). biologi, seperti
fauna, flora, habitat, dan sebagainya, dan (c). sosial ekonomi seperti
pendapatan, kesehatan, adat-istiadat, agama, dan lain-lain.
Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan
non-hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem, yang didalamnya
didapati proses pergerakan energi dan hara (material) dalam suatu sistem yang
menandai adanya habitat, proses adaptasi dan evolusi.
Dalam memanipulasi lingkungan hidupnya, maka manusia harus mampu
mengenali sifat lingkungan hidup yang ditentukan oleh macam-macam faktor.
Berkaitan dengan pernyataan ini, sifat lingkungan hidup dikategorikan atas
dasar : (1). Jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup
tersebut, (2). hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup
tersebut, (3). kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup, dan (4).
faktor-faktor non-materil, seperti cahaya dan kebisingan.
Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya, yang dapat
mempengaruhi dan mempengaruhi oleh lingkungan hidupnya, membentuk dan dibentuk
oleh lingkungan hidupnya. Hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya adalah
sirkuler, berarti jika terjadi perubahan pada lingkungan hidupnya maka manusia
akan terpengaruh.
Uraian ini dapat menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh adanya
pencemaran lingkungan, terutama terhadap kesehatan dan mutu hidup manusia.
Misalnya, akibat polusi asap kendaraan atau cerobong industri, udara yang
dipergunakan untuk bernafas oleh manusia yang tinggal di lingkungan itu akan
tercemar oleh gas CO (karbon monoksida).
Berkaitan dengan paparan ini, perlakuan manusia terhadap lingkungan
akan mempengaruhi mutu lingkungan hidupnya. Konsep mutu lingkungan berbeda bagi
tiap orang yang mengartikan dan mempersepsikannya secara sederhana
menerjemahkan bahwa mutu lingkungan hidup diukur dari kerasannya manusia yang
tinggal di lingkungan tersebut, yang diakibatkan oleh terjaminnya perolehan
rejeki, iklim dan faktor alamiah lainnya yang sesuai.
Batasan ini terasa sempit, bila dikaitkan dengan pengaruh elemen
lingkungan yang sifatnya tidak dikenali dan dirasakan, misalnya dampak radiasi
baik yang disebabkan oleh sinar ultraviolet atau limbah nuklir, yang bersifat
merugikan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.
2.8 Contoh, penyebab, dan dampak lingkungan global
1.
Pemanasan Global
Pemanasan Global /
Global Warming pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperature global
dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca. Yang disebabkan oleh
meningkatnya emesi gas karbondioksida, metana, dinitrooksida, dan CFC sehingga
energy matahari tertangkap dalam atmosfer bumi.
Dampak bagi lingkungan biogeofisik : pelelehan es di kutub, kenaikan mutu air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna, migrasi fauna dan hama penyakit.
Dampak bagi aktiitas social ekonomi masyarakat: gangguan pada pesisir dan kota pantai, gangguang terhadap prasarana fungsi jalan, pelabuhan dan bandara. Gangguan terhadap pemukiman penduduk, ganggungan produktifitas pertanian. Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.
Dampak bagi lingkungan biogeofisik : pelelehan es di kutub, kenaikan mutu air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna, migrasi fauna dan hama penyakit.
Dampak bagi aktiitas social ekonomi masyarakat: gangguan pada pesisir dan kota pantai, gangguang terhadap prasarana fungsi jalan, pelabuhan dan bandara. Gangguan terhadap pemukiman penduduk, ganggungan produktifitas pertanian. Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.
Efek Rumah Kaca
1. Pengertian
efek rumah kaca
Efek
rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan
sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Mars, Venus, dan benda
langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki
efek rumah kaca.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakangan ini diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakangan ini diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Ketika radiasi
matahari tampak maupun tidak tampak dipancarkan ke bumi, 10 energi radiasi
matahari itu diserap oleh berbagai gas yang ada di atmosfer, 34% dipantulkan
oleh awan dan permukaan bumi, 42% membuat bumi menjadi panas, 23% menguapkan
air, dan hanya 0,023% dimanfaatkan tanaman untuk perfotosintesis.
Malam hari permukaan bumi memantulkan energi dari matahari yang tidak diubah menjadi bentuk energi lain seperti diubah menjadi karbohidrat oleh tanaman dalam bentuk radiasi inframerah. Tetapi tidak semua radiasi panas inframerah dari permukaan bumi tertahan oleh gas-gas yang ada di atmosfer. Gas-gas yang ada di atmosfer menyerap energi panas pantulan dari bumi.
Malam hari permukaan bumi memantulkan energi dari matahari yang tidak diubah menjadi bentuk energi lain seperti diubah menjadi karbohidrat oleh tanaman dalam bentuk radiasi inframerah. Tetapi tidak semua radiasi panas inframerah dari permukaan bumi tertahan oleh gas-gas yang ada di atmosfer. Gas-gas yang ada di atmosfer menyerap energi panas pantulan dari bumi.
Dalam
skala yang lebih kecil – hal yang sama juga terjadi di dalam rumah kaca.
Radiasi sinar matahari menembus kaca, lalu masuk ke dalam rumah kaca. Pantulan
dari benda dan permukaan di dalam rumah kaca adalah berupa sinar inframerah dan
tertahan atap kaca yang mengakibatkan udara di dalam rumah kaca menjadi hangat
walaupun udara di luar dingin. Efek memanaskan itulah yang disebut efek rumah
kaca atau ”green house effect”. Gas-gas yang berfungsi bagaikan pada rumah kaca
disebut gas rumah kaca atau ”green house gases”.
2. Proses terjadi
Proses
terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari.
Kurang lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke
angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan
gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan.
Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di
atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi
inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi
inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer.
Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah
bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida,
dan semacamnya. Efek penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.
Sedangkan proses secara singkatnya yaitu ketika sinar radiasi matahari menembus kaca sebagai gelombang pendek sehingga panasnya diserapa oleh bumi dan tanaman yang ada di dalam rumah kaca tersebut. Untuk selanjutnya, panas tersebut di radiasikan kembali namun dengan panjang gelombang yang panjang(panjang geklombang berbanding dengan energi) sehingga sinar radiasi tersebut tidak dapat menembus kaca. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang di luar rumah kaca.
Sedangkan proses secara singkatnya yaitu ketika sinar radiasi matahari menembus kaca sebagai gelombang pendek sehingga panasnya diserapa oleh bumi dan tanaman yang ada di dalam rumah kaca tersebut. Untuk selanjutnya, panas tersebut di radiasikan kembali namun dengan panjang gelombang yang panjang(panjang geklombang berbanding dengan energi) sehingga sinar radiasi tersebut tidak dapat menembus kaca. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang di luar rumah kaca.
![]() |
Ket: gambar di atas
menjelaskan siklus efek rumah kaca.
3.Pengaruh
Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebagian besar sinar ultraviolet. Uap air atmosfer dan gas metana dari pembusukan – mengabsorpsikan sebagian besar inframerah yang dapat dirasakan pada kulit kita sebagai panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksikan kembali ke atmosfer.
Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebagian besar sinar ultraviolet. Uap air atmosfer dan gas metana dari pembusukan – mengabsorpsikan sebagian besar inframerah yang dapat dirasakan pada kulit kita sebagai panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksikan kembali ke atmosfer.
Sebagian besar sisanya akan diabsorpsikan oleh benda-benda lainnya.
Sinar yang diabsorpsikan tersebut akan diradiasikan kembali dalam bentuk
radiasi inframerah dengan gelombang panjang atau panas jika bumi menjadi
dingin. Sinar dengan panjang gelombang lebih tinggi tersebut akan diabsorpsikan
oleh karbon dioksida atmosfer dan membebaskan panas sehingga suhu atmosfer akan
meningkat. Karbon dioksida berfungsi sebagai filter satu arah, tetapi
menghambat sinar dengan panjang gelombang lebih untuk melaluinya dari arah yang
berlawanan. Aktivitas filter dari karbon dioksida mengakibatkan suhu atmosfer
dan bumi akan meningkat. Keadaan inilah yang disebut pengaruh rumah kaca.
Pengaruh karbon dioksida yang dihasilkan dari pencemaran udara berbentuk gas yang salah satunya adalah dari rumah kaca. Karbon dioksida mempunyai sifat menyerap sinar (panas) matahari yaitu sinar inframerah – sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi karenanya. Apabila kadar yang lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sedikit naik, dan ini dapat mengakibatkan meleburnya es dan salju di kutub dan di puncak-puncak pegunungan, sehingga permukaan air laut naik
.
4.Dampak
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara Kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara Kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi
rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti
sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar
tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan
semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap
atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorpsinya. Energi yang masuk ke bumi mengalami: 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diabsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi.
Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam dibumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur
dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta
beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon
(CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah
kaca.
2.
Penipisan Lapisan Ozon
Dalam lapisan
statosfer pengaruh radiasi ultraviolet, CFC terurai dan membebaskan atom klor.
Kalor akan mempercepat penguraia ozon menjadi gas oksigen. Di samping itu efek
rumah kaca, dan beberapa atom lain yang mengandung brom seperti metal bromide
dan halon juga ikut memeperbesar penguraian ozon.
Dampak bagi makhluk hidup: lebih banyak kasus kanker kulit melanoma yang bisa menyebabkan kematian, meningkatkan kasus katarak pada mata dan kanker mata, menghambat daya kebal pada manusia(imun), penurunan produksi tranaman jagung, dll, kenaikan suhu udara dan kematian pada hewan liar.
Dampak bagi makhluk hidup: lebih banyak kasus kanker kulit melanoma yang bisa menyebabkan kematian, meningkatkan kasus katarak pada mata dan kanker mata, menghambat daya kebal pada manusia(imun), penurunan produksi tranaman jagung, dll, kenaikan suhu udara dan kematian pada hewan liar.
3.
Hujan Asam
Proses revolusi
industry mengakibatkan timbulnya zat pencemaran udara. Pencemaran udara
tersebut bisa bereaksi air hujan dan turun menjadi senyawa asam.
Dampak nya : proses korosi menjadi lebih cepat, iritasi pada kulit, system pernafasan, menyebabkan pengasaman pada tanah.
Dampak nya : proses korosi menjadi lebih cepat, iritasi pada kulit, system pernafasan, menyebabkan pengasaman pada tanah.
4.
Pertumbuhan populasi
Pertambahan
penduduk dunia yang mengikuti pertumbuhan secara ekponsial merupakan
permasalahan lingkungan . Dampaknya: terjadinya pertumbuhan penduduk akan
menyebabkan meningkatnya kebutuhan sumber daya alam dan ruang.
5.
Desertifikasi
Merupakan penggurunan, menurunkan
kempampuan daratan. Pda proses desertifikasi terjadi proses pengurangan
produktifitas yang secara bertahap dan penipisan lahan bagian atas karena
aktivitas manusia dan iklim yang bervariasi seperti kekeringan dan banjir.
Dampak : awalnya berdampak local namun
sekarang isu lingkungan sudah berdampak global dan menyebabkan semakin
meningkatnya lahan kritis di muka bumi sehingga penangkap CO2 menjadi semakin
berkurang.
6.
Penurunan keaneragaman hayati
Adalah keaneragama
jenis spesies makhluk hidup. Tidak hanya mewakili jumlah atau sepsis di suatu
wilayah, maliputi keunikan spesies, gen serta ekosistem yang merupakan sumber
daya alam yang dapat diperbaharui.
Dampaknya: karena keaneragaman hayati ini memeliki potensi yang besar bagi manusia baik dalam kesehatan, pangan maupun ekonomi
Dampaknya: karena keaneragaman hayati ini memeliki potensi yang besar bagi manusia baik dalam kesehatan, pangan maupun ekonomi
7.
Pencemaran limbah B3 (Bahan
Berbahaya dan Beracun)
Bahan yang di
indentifikasi memiliki bahan kimia satu atau lebih dari karasteristik mudah
meledak, mudah terbakar, bersifai reaktif, beracun, penyabab infeksi, bersifat
korosif.
Dampak : dulunya hanya bersifat local namaun sekarang antar negara pun melakukan proses pertukaran dan limbanya di buang di laut lepas. Dan jika itu semua terjadi maka limbah bahan berbahaya dan racun dapat bersifat akut sampai kematian makhluk hidup.
Dampak : dulunya hanya bersifat local namaun sekarang antar negara pun melakukan proses pertukaran dan limbanya di buang di laut lepas. Dan jika itu semua terjadi maka limbah bahan berbahaya dan racun dapat bersifat akut sampai kematian makhluk hidup.
2.9 Klasifikasi Pencemaran lingkungan
Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara teknis telah didefinisikan
dalam UU No. 4 Tahun 1982, yakni masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,
zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya
tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai peruntukannya.
Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga unsur dalam
pencemaran, yaitu : Sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam,
bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada
lingkungan, dan merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang kehidupan.
Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut
pola pengelompokannya :
a)
pengelompokan menurut bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran
biologis, kimiawi, fisik, dan budaya
b)
pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran udara,
air, tanah, makanan, dan sosial
c)
pengelompokan menurut sifat sumber menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer
dan sekunder
2.10 Menyikapi Pencemaran Lingkungan
Konferensi PBB tentang lingkungan Hidup di Stockholm pada
tahun 1972, telah menetapkan tanggal 5 Juni setiap tahunnya untuk diperingati
sebagai Hari lingkungan Hidup Sedunia. Kesepakatan ini berlangsung didorong
oleh kerisauan akibat tingkat kerusakan lingkungan yang sudah sangat
memprihatinkan.
Di Indonesia perhatian tentang lingkungan hidup telah
dilakukan sejak tahun 1960-an. Tonggak pertama sejarah tentang permasalahan
lingkungan hidup dipancangkan melalui seminar tentang Pengelolaan lingkungan
Hidup dan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran
pada tanggal 15 – 18 Mei 1972. Hasil yang dapat diperoleh dari pertemuan itu
yaitu terkonsepnya pengertian umum permasalahan lingkungan hidup di Indonesia.
Dalam hal ini, perhatian terhadap perubahan iklim, kejadian geologi yang
bersifat mengancam kepunahan makhluk hidup dapat digunakan sebagai petunjuk
munculnya permasalahan lingkungan hidup.
Pada saat itu, pencemaran oleh industri dan limbah rumah
tangga belumlah dipermasalahkan secara khusus kecuali di kota-kota besar. Saat
ini, masalah lingkungan hidup tidak hanya berhubungan dengan gejala-gejala
perubahan alam yang sifatnya evolusioner, tetapi juga menyangkut pencemaran
yang ditimbulkan oleh limbah industri dan keluarga yang menghasilkan berbagai
rupa barang dan jasa sebagai pendorong kemajuan pembangunan di berbagai bidang.
Pada Pelita V, berbagai upaya pengendalian pencemaran
lingkungan hidup dilakukan dengan memperkuat sanksi dan memperluas jangkauan
peraturan-peraturan tentang pencemaran lingkungan hidup, dengan lahirnya
Keppres 77/1994 tentang Organisasi Bapedal sebagai acuan bagi pembentukan
Bapeda/Wilayah di tingkat Propinsi, yang juga bermanfaat bagi arah pembentukan
Bapeda/Daerah. Peraturan ini dikeluarkan untuk memperkuat Undang-Undang Nomor 4
tahun 1982 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dianggap perlu untuk
diperbaharui.
Berdasarkan Strategi Penanganan Limbah tahun 1993/1994,
yang ditetapkan oleh pemerintah, maka proses pengolahan akhir buangan sudah
harus dimulai pada tahap pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga
pengolahan akhir limbah buangan (Lampiran Pidato Presiden RI, 1994 : II/27).
Langkah yang ditempuh untuk mendukung kebijaksanaan ini, ditempuh dengan
pembangunan Pusat Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun
(PPLI-B3), di Cileungsi Jawa Barat, yang pertama di Indonesia. Pendirian unit
pengolahan limbah ini juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun
1994 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.
Disamping itu, untuk mengembangkan tanggung jawab bersama
dalam menanggulangi masalah pencemaran sungai terutama dalam upaya peningkatan
kualitas air, dilaksanakan Program Kali Bersih (PROKASIH), yang memprioritaskan
penanganan lingkungan pada 33 sungai di 13 Propinsi. Upaya pengendalian
pencemaran lingkungan hidup ini, ternyata juga menghasilkan lapangan kerja dan
kesempatan berusaha baru di berbagai kota dan sektor pembangunan.
Dari uraian tersebut diatas jelaslah bagi kita bahwa dalam
menyikapi terjadinya pencemaran lingkungan baik akibat teknologi, perubahan
lingkungan, industri dan upaya-upaya yang dilakukan dalam pembangunan ekonomi,
diperlukan itikad yang luhur dalam tindakan dan perilaku setiap orang yang
peduli akan kelestarian lingkungan hidupnya.
Walaupun telah ditetapkan Undang-Undang No. 4 Tahun 1982,
PP No. 19 tahun 1994 dan Keppres No .7 tahun 1994 yang berhubungan dengan
pengelolaan lingkungan, jika tidak ada kesamaan persepsi dan kesadaran dalam
pengelolaan lingkungan hidup maka berbagai upaya pembangunan yang bertujuan
untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat tidak akan dapat dinikmati
secara tenang dan aman, karena kekhawatiran akan bencana dari dampak negatif
pencemaran lingkungan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia hidup dibumi tidak sendirian, melainkan bersama mahkluk hidup
lain, yaitu tumbuhan, hewan, dan jasad renik. Mahluk hidup yang lain itu
bukanlah sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif
terhadap manusia, melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Tanpa
mereka manusia tidaklah dapat hidup dan Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan
dengan masalah lingkungan, misalnya pencemaran, erosi dan banjir. Dengan kata
lain mutu lingkungan diuraikan secara negatif, yaitu apa yang tidak kita
kehendaki, seperti air tercemar. Aspek kelayakan usaha yang berkaitan dengan
aspek AMDAL perlu di analisis. Karena aspek usaha erat kaitannya dengan
lingkungan. analisis kelayakan usaha yang berkaitan dengan lingkungan hidup
yang akan dijelaskan, mengacu pada analisis AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan) kemudian Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan
makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang
hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut
ekologi.
Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara
berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan
sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan, tetapi akibat yang
ditimbulkannya merusak hutan tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat
obat dan beragam jenis fauna yang langka. dalam menyikapi terjadinya pencemaran
lingkungan baik akibat teknologi, perubahan lingkungan, industri dan
upaya-upaya yang dilakukan dalam pembangunan ekonomi, diperlukan itikad yang
luhur dalam tindakan dan perilaku setiap orang yang peduli akan kelestarian
lingkungan hidupnya.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam mengeksploitasi simber daya alam dan
lingkungan yang dilakukan oleh dunia industri tidak hanya bertujuan
meningkatkan ekonomi semata, harus pula diiringi dengan kemauan untuk
menyisihkan biaya bagi penilitian dan pemeliharaan lingkungan hidup.
Kemudian perlu dilibatkan masyarakat dalam pengawasan
limbah buang industri agar lebih intens dalam menjaga mutu lingkungan hidup.
Ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dan pengawasan bial untuk
memelihara kelestarian lingkungan hidup.

No comments:
Post a Comment